Articles - Bahasa

Garam Pemuteran Javara: Terlahir dari Kejadian Nyasar

By September 14, 2020 No Comments
garam pyramid

Seperti yang kita ketahui, ⅔ bagian wilayah Indonesia terdiri dari laut. Inilah salah satu anugerah yang diberikan Tuhan pada negara Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran Indonesia kerap kali disebut sebagai negara maritim, negara yang memiliki wilayah laut lebih besar dibandingkan wilayah darat. Di balik anugerah negara Indonesia inilah Garam Pemuteran Javara memiliki sejarah.

Berawal dari kejadian ‘nyasar’, Ibu Helianti yang kebetulan sedang berkelana di pulau Bali sempat tersesat dan hendak menanyakan arah jalan dengan seseorang yang ia temui di daerah itu. Di daerah itu, ibu juga sempat melihat fasilitas rumah kaca. Akhirnya, Ibu menghampiri orang tersebut.

Nama orang yang ia temui di sana adalah Pak Gelgel. Pak Gelgel adalah seorang pengrajin garam di daerah tersebut. Saat itu Pak Gelgel merupakan pengrajin garam yang mengelola produksi garam di fasilitas milik perusahaan eksporter. Penasaran dengan bentuk garam yang unik dan proses pembuatan dalam rumah kaca, Bu Helianti menggali lebih jauh dan mendapatkan cerita lahirnya inovasi garam berbentuk pyramid yang secara alami terbentuk tanpa cetakan. 

Dari kisah beliau, Ibu Helianti jadi tahu bahwa awal mulanya Pak Gelgel bermitra dengan seorang insinyur berkewarganegaraan Jepang mengembangkan inovasi produksi garam dengan berbentuk pyramid dengan menggunakan teknik pengeringan di dalam rumah kaca. Dalam kolaborasi tersebut, mitranya bertanggung jawab di bagian distribusi dan penjualan di Jepang, sedangkan Pak Gelgel mengelola produksi garam. 

pembuatan garam pemuteran

Garam-garam yang dihasilkan merupakan garam hasil kombinasi aspek-aspek seperti karakter mineral dalam air laut Bali, teknik pengeringan, dan intensitas cahaya matahari. Kombinasi ini menghasilkan garam dengan bentuk-bentuk yang unik dan bervariasi, mulai dari bentuk piramida, kotak, kasar (coarse), serpihan (flakes) dan halus (fine salt). Bentuk-bentuk garam yang unik ini terbentuk secara alami tanpa dicetak. Proses tersebut juga menghasilkan kristal garam yang disebut bunga garam (Fleur de Sel), untuk lapisan kristal pertama yang terbentuk.

variant of Garam Pemuteran

Kemitraan yang berlangsung baik tersebut terpaksa berakhir saat mitra Pak Gelgel jatuh sakit sehingga mengharuskan mitranya kembali ke Jepang untuk memfokuskan pada pengobatan, sehingga usaha garam tersebut terbengkalai. 

Dalam situasi tersebut, Pak Gelgel didekati oleh seorang pebisnis lain dan diberikan janji untuk menjadi mitra produksi garam khusus, serta akan dibangunkan dan dimodali fasilitas produksi di kampung keluarga istrinya di daerah Bali Utara. Penawaran tersebut menarik bagi Pak Gelgel. Lantas ia pun menyetujui ajakan kerjasama tersebut dan mulai mengajarkan metode produksi garam beserta ilmu pembuatan garam pyramid dengan rumah kaca.

Namun malang nasib Pak Gelgel, walau semua ilmu sudah ditransfer oleh Pak Gelgel, pebisnis tersebut ternyata tidak menepati janji kerjasamanya dan membuka bisnis produksi garam sendiri dengan ilmu yang diajarkan oleh Pak Gelgel. Pak Gelgel hanya diperlakukan oleh pekerja biasa di sana. Impian Pak Gelgel adalah untuk tetap bisa menjadi pengrajin garam artisan di Pemuteran, agar bisa berkumpul dengan istri dan anak-anaknya.

Mendengar cerita tersebut, Ibu Helianti berinisiatif memperkenalkan Pak Gelgel dengan kedua orangtuanya dan menawarkan mereka untuk berinvestasi pada usaha produksi garam dalam rumah kaca yang dicita-citakan Pak Gelgel. Tawaran tersebut disambut baik dan akhirnya dibentuklah joint venture usaha garam premium yang berlokasi di Desa Pemuteran, Bali Utara dengan nama CV Bali Artisan salt. Garam ini kemudian dipromosikan dan dipasarkan oleh Javara.

Setelah melewati proses optimalisasi produk dan pemasaran yang panjang, akhirnya dikenal lah garam ini dengan Garam Pemuteran Javara, dimana nama Pemuteran sendiri diambil dari nama desa tempat fasilitas pembuatan garam ini.

Dari banyaknya variasi bentuk garam yang dihasilkan, yang paling populer dikenal pasar domestik adalah jenis “fleur de sel”, yaitu bunga garam dari lapisan pertama air asin yang terbentuk menjadi kristal.

Nah, bunga garam ini memiliki rasa asin yang intens. Inilah yang kita sering sebut dengan “Garam Bali dengan kemasan tutup biru”. Sedangkan untuk garam dengan bentuk lain seperti garam piramida dan rock salt, lebih sering digunakan untuk food service, export dan foodies. Untuk pasar ekspor, Garam Pemuteran sudah diekspor ke Perancis, Italia, Australia dan Singapore. 

Garam Pemuteran Javara

Garam Pemuteran sudah dipasarkan di berbagai jaringan ritel modern premium, marketplace, dan berbagai toko makanan sehat di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Detail Garam Pemuteran bisa kamu klik di sini ya.

Koleksi lengkap Garam Pemuteran Javara dapat diperoleh di Javara Store dengan berbagai kemasan. Untuk informasi detail dan pemesanannya dapat di klik di link berikut! bit.ly/OrderGaramPemuteran

Ikuti terus update Javara di Instagram kita ya! @javaraindonesia

Sharon Faustine

About Sharon Faustine

Leave a Reply

Open chat
1
Need help ?
Hello, Can We Help You ?